Misakhun: Berbagi Pengalaman di ICMI
![]() |
| Sumber: Google |
Misbakhun seorang Politisi Partai Golkar membagikan pengalaman di dunia politik di sekolah politik Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Jakarta. Beliau menyapikan pengalam pengalamanya di dunia politik kepada 100 lebih kader ICMI yang menjadi peserta acara.
Dalam acara tersebut Misbakhun juga memceritakan pengalaman dirinya saat menerima tudingan kasus Misbakhun korupsi. Dimana karna kasus Misbakhun korupsi tersebut Misbakhun harus merasakan rasanya hidup dalam jeruji besi.
Kasus Mibakhun sendiri adalah kasus pemalsuan dokumen yang terkenal dengan sebutan kasus Misbakhun korupsi. Dalam kasus tersebut Misbkahun hanya menjadi korban para penguasa yang tidak menyukai dirinya, karan Mibakhun terkenal seorang yang sangat vocal dan kritis dalam mengungkap skandal kasus korpsi Bank Century.
Hal tersebut terbukti pada keputusan terakhir persidangan yang mengabulkan (PK) Peninjauan Kembali, dimana hasil peninjauan kembali tersebut membuktikan bahwa Misbakhun tidak bersalah dan dibebaskan dari tuduhan kasus Misbakhun korupsi.
Misbakhun menceritakan pengalamanya berada dalam penjara sebagai mana apa yang di sampaikan.
Saat di penjara, saya khatamkan Al Quran lebih banyak dibanding waktu lainnya sepanjang hidup saya," ujar Misbakhun dalam keterangan yang beliau berikan, Sabtu.Misbakhun juga menceritakan pengalaman dalam partai politik seperti saat dia berada dalam PKS dan saat bliau pinda menjadi Politisi Golkar.Misbakhun juga menceritakan kerasnya dunia politik. pengalaman menyimpulkan bahwa pertarungan terkeras yang harus dihadapi politisi itu adalah justru di internal partainya sendiri.
"Realitas seperti ini tak bisa dinafikan. Walau bukan kondisi ideal, tapi itu harus bisa kita lewati. Pertarungan paling keras adalah pertarungan internal partai," ucap kembali Misbakhun.
"Tapi ingat juga. Kalau di medan perang, ada peribahasa, kill or to be killed. Kalau di politik Indonesia, ada istilah 'nyawa politisi melebihi kucing'. Dia bisa hidup, mati, hidup, mati, hidup lagi," tambahnya.
Yang jelas, menurut Misbakhun, seseorang yang ingin berkarir di dunia politik harus bisa menunjukkan kapabilitas dan semangatnya, sehingga akan dipakai oleh rezim manapun yang berkuasa di partai.
"Saya yang kuat di isu keuangan, sempat dipinggirkan di Komisi II (pemerintahan). Saya tetap bersemangat, tetap serius. Tetapi tax amnesty macet, akhirnya saya sendiri diminta masuk lagi ke Komisi Keuangan untuk mengurusinya," ucap Misbakhun.
Dia juga mengingatkan bahwa karir di politik akan langgeng kalau posisi di daerah pemilihan diperkuat dengan rajin turun ke masyarakat. Dengan kuat di dapil, kata dia, parpol takkan mau kehilangan sang politisi karena otomatis akan kehilangan kursi juga. "Parpol lain juga akan mikir melawan kita. Ini yang bikin kita dihargai di dalam politik," tambahnya.
Singkatnya setiap permasalahan memiliki hikmah di dalam seperti kasus Misbakhun sendiri yang memiliki hikmah begitu banyak dan malah membuat beliau semakin dekat dengan tuhannya.

Comments
Post a Comment